Aura tubuh badan manusia

Aura tubuh badan manusia

Materi Alam Semesta ini semuanya berasal dari cahaya atau disebut dengan cahaya elektron; elektron inilah yang membentuk atom dari dunia fisik. Desain geometrik dan kecepatan aksi di sekitar inti pusat membangun jenis atom juga tingkatan vibrasi (getaran). dan hasilnya adalah: Planet, manusia, hewan, tumbuhan, pohon-pohon. Semua memancarkan tingkat getaran tertentu. Yang padat memiliki tingkat vibrasi yang lebih rendah dalam spektrum cahaya.

Tubuh manusia mengandung milyaran bio elektron, yang tersusun dalam sebuah sistem energi yang memiliki simpul utama di jantung atau qolbu. Dari simpul utama di jantung, jaringan itu menuju ke organ-organ tubuh lainnya, seperti otak, ginjal, paru, dan sebagainya. Di dalam organ tersebut jaringan terpecah menuju sel-sel. Di dalam sel-sel, terdiri dari molekul-yang berjumlah jutaan. Dan akhimya seluruh jaringan itu berujung pada elektron-elektron yang berjumlah milyaran yang merupakan penghasil bio listrik dalam tubuh.

Salah satu fakta yang menarik adalah lewat jantung ini kita bisa mengukur denyutan listrik yang terkait dengan gerak hati atau jiwa kita. Pengukuran lewat ECG (Electric Cardio Graph) akan memberikan informasi kepada kita apakah seseorang sedang marah, sedih atau sedang tenang. Jantung adalah cermin dari sikap, hati kita. Jadi, seluruh sistem energi tubuh kita itu bisa dipengaruhi dari sisi mana saja. Bisa kita stimulasi lewat organ, lewat sel, maupun lewat bio elektron. Dan yang paling mendasar adalah bahwa sistem itu memiliki frekuensi tertentu.

Jika seseorang sedang marah, maka seluruh sistem energi dalam tubuh kita itu akan bergetar dengan frekuensi kemarahan tersebut. Yang mula-mula terserang adalah jantung hati kita. Jantung akan berdetak detak dengan frekuensi yang kasar. Getaran jantung itu lantas akan menyebar ke seluruh organ tubuh, menjalar jutaan sel dalam tubuh kita, dan akhirnya menggetarkan milyaran bio elektron di dalam tubuh kita. Karena itu, ketika seseorang marah, maka bukan hanya jantungnya yang berdenyut tidak beraturan, melainkan juga seluruh tubuhnya gemetaran. Orang yang marah sulit mengendalikan pikirannya dengan tenang, kemampuan otak untuk berpikir secara rasional akan jauh berkurang, hal ini disebabkan suplay bio listrik menuju organ vital otak juga terganggu. Demikian pula sebaliknya, orang yang sedang dalam kondisi kejiwaan yang stabil. Orang yang sedang tenang hatinya, maka denyut jantungnya juga akan tenang, stabil dan lembut. Getaran itu juga akan mengimbas ke seluruh tubuhnya lewat organ, sel-sel dan Bio elektron.

Diantara organ tubuh yang paling membutuhkan suplay bio listrik dalam jumlah lebih adalah Otak. Otak yang terdapat di batok kepala kita dapat dilihat secara kasat mata. Sedangkan Batin bukanlah materi dan ia merupakan benda quantum yang tak tampak. Otak memelihara Hidup Kita, Batin mengarahkan kehidupannya, Otak terkurung di Batok kepala, sedangkan Batin dapat pergi kemana-mana. Otak itu patuh pada kesadaran tapi bekerja bebas dari Kesadaran. Otak memilih Energi, Aspek kelistrikan energi ini mudah di ukur dengan Instrumen Electroenceph allograph.

Otak juga merupakan organ yang hebat terbuat dari bermilyar-milyar sel yang saling berhubungan dengan penginderaan dan daerah pergerakan. Ini pada gilirannya berkomunikasi dengan sebanyak tiga puluh bilyun sel syaraf diseluruh badan, termasuk juga tiga juta titik tanda rasa sakit sepanjang kulit. Semua masuk ke dalam badan itu melewati system syaraf yaitu penglihatan, suara emosi dan lain-lain.

AURA adalah CAHAYA yang dipancarkan oleh tubuh yang menandakan kondisi fisik, emosi, kesehatan, mood dan lain-lain yang ditunjukkan oleh warna yang berbeda. AURA itu muncul dari aktifitas listrik yang menjalar di sel-sel syaraf kita. Aliran listrik yang ada di syaraf kita pun seperti listrik yang menjalar di kabel listrik: adanya Medan elektromagnetik dari aliran listrik. AURA adalah pancaran dari Medan elektromagnetik yang ada di syaraf kita. Semua mahkluk yang masih hidup termasuk manusia memiliki AURA tubuh. AURA tubuh itu sendiri adalah suatu pancaran Medan energi dari dalam tubuh yang keluar mengelilingi seluruh tubuh. Seberapa besar pancaran Medan energi yang keluar dari dalam tubuh, tergantung dari seberapa lancar dari semua jalur keluar masuk Medan energi tersebut. Otak merupakan pusat saraf manusia, milyaran sel saraf ada di otak. Itulah sebabnya kalau orang mengamati atau memfoto AURA, lebih mudah di sekitar kepala, bukan di kaki atau perut, karena di sekitar kepala-lah pancaran AURA yang paling besar, disana lah tempat suplay bio listrik terkuat.

Cahaya AURA yang menyelubungi manusia merupakan satu kesatuan yang terdiri dari ion-ion negatif dan positif, bergerak terus-menerus dan bisa berubah. Dengan teknik khusus AURA dapat diperkuat dan diperbesar, sehingga kita bisa membentuk gelombang energi dengan frekuensi tertentu yang banyak kegunaannya, misalnya pengobatan medis, non-medis, psikis; dan lain-lain. Hal ini bisa terjadi karena setiap kita meniatkan sesuatu, otak akan mempunyai ide dimana ini akan mengakibatkan dikirimnya gelombang otak pada AURA tubuh yang telah diperkuat.

Warna –Warna Aura Astral muncul secara alamiah yang merupakan bias bio listrik yang mengalir disel-sel syaraf kita dan hal ini tergantung dari sejati / kepribadian seseorang. Seperti Bohlam atau lampu senter kalau baterainya lemah maka cahayanya juga akan redup. Maka perlu baterainya discharge untuk memperkuatnya. AURA merupakan potensi diri yang dimiliki setiap manusia, AURA merupakan cahaya energi tubuh yang terpancar dari kekuatan jiwa dan raga manusia. Pada dasarnya setiap anak manusia yang dilahirkan memiliki kadar AURA yang sama, akan tetapi pada saat proses manusia menjalani kehidupan dan bertambahnya usia, setiap manusia jadi memiliki kadar AURA yang berlainan. Semua itu dipengaruhi oleh banyak faktor diantaranya faktor lingkungan, keluarga, komunitas, tingkat keimanan seseorang kepada agamanya masing – masing dll.

AURA banyak memiliki fungsi dan manfaat, selain menambah daya tahan tubuh seseorang menjadi kuat terhadap serangan penyakit, AURA manusia yang cahayanya terang juga dapat mempengaruhi AURA manusia lain di sekitarnya. Tebal/tipisnya aura inti seseorang melambangkan besar kecilnya energi orang tersebut, dimana semakin tebal aura inti seseorang menunjukkan semakin besar energi yang bersangkutan, begitu pula sebaliknya. Aura terdiri dari dua bagian yang melapisi tubuh dimana bagian dalam biasa disebut AURA INTI (enteric) dan bagian luar disebut BIAS AURA (astral)

“Bagaimana Aura menurut Ilmu Fisika? “

Pakar fisika Stephen Wolfram dengan teori Automata Seluler dan Michio Kaku dengan pendekatan perwakilan ruang Hyperspace. Kaku mendapatkan idenya dari penemuan Einstein tahun 1915 yang mengatakan bahwa alam semesta terdiri dari empat dimensi: ruang dan waktu yang berkembang. Kelengkungannya menyebabkan “gaya” yang disebut “gravitasi”. Kemudian Theodore Klausa pada tahun 1921 meneruskan riset Einstein tersebut dan mengatakan bahwa riak pada dimensi ke “lima” dapat dilihat sebagai “cahaya”. Bagaimana dengan dimensi yang lebih besar dari Lima? Kaku memperkenalkan teori yang disebut “superstring”. Jadi kelengkungan yang terjadi pada ruang dan menyebabkan gravitasi merupakan paket terkecil dari “string yang “bergetar” dan “beresonansi”. Demikian juga cahaya yang merupakan riak dari dimensi ke-5 adalah komponen “string” lainnya. Dengan begitu, empat gaya dasar tadi dapat digabungkan dan peristiwa di dalamnya menjadi dimensi yang lebih besar: 10 dimensi. Dengan 10 dimensi itu Kaku berhipotesis bahwa semua proses yang terjadi sehari-hari-termasuk fenomena Inner Power / tenaga dalam/ atau ada yang menyebut Prana dapat dijelaskan.

Perkembangan ilmu fisika tidak berhenti hanya pada 10 dimensi, masih ada dimensi yang lebih besar lainnya. Banyak konsep bermunculan, seperti pendekatan dengan teori membran dan sebagainya yang semakin menuju pada hasil unifikasi gaya-gaya yang mengatur seluruh alam semesta. Penjelasan Ilmiah ini meyakinkan Kita bahwa di luar panca indera yang terbatas, masih ada dimensi yang lebih tinggi dan belum dieksplorasi dan dirasakan. Cara berpikir dan bekerja sensor manusia, terbiasa dalam lingkup ruang dan waktu (empat dimensi). Pada kenyataannya, pikiran manusia tidak terbatas hanya pada ruang dan waktu tersebut. Sudah saatnya ilmu pengetahuan dan teknologi mengarahkan risetnya pada hal-hal yang “esoterik” yang dulu dikatakan sebagai “meta-rasional “atau Metafisika , seperti adanya konsep aura, orbs, dan tenaga jiwa / Inner Power. (Sumber Fadli Syamsudin Praktisi staf peneliti TISDA-BPP)

About zainura66

Pencinta Alam Semesta
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s